Menananam Tumbuhan Bermanfaat untuk Kehidupan dan Kesehatan

Budidaya Tanaman Pangan umumnya dilakukan di hamparan lahan yang luas. Teknik budidaya yang dilakukan akan sangat mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya. oleh karena itu, artikel ini akan mengulas beberapa teknik dan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan budidaya tanaman pangan agar berhasil dan mengahsilkan produksi yang melimpah.

Makanan dan manusia merupakan dua komponen yang saling berkaitan erat, karena manusia sangat membutuhkan makanan setiap harinya untuk tumbuh dan bertahan hidup. Oleh karena itu, tanaman pangan menjadi kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup manusia. Karena perannya itulah, budidaya terhadap tanaman pangan terus dilakukan. Ada beberapa jenis tanaman pangan, yaitu sayuran, umbi-umbian, bij-bijian, buah-buahan dan sebagainya. Contoh tanaman yang berkhasiat sebagai obat misalny adalah keladi tikus bagus untuk terapi penyembuhan penyakit.

Teknik Budidaya Tanaman Pangan

Pengolahan Lahan

Lahan petani harus bebas dari pencemaran limbah beracun
Lakukan pembajakan agar tanah menjadi gembur
Saat proses persiapan lahan, lakukan pengapuran, penambahan bahan organik, pembenahan tanah (soil amelioration), atau teknik perbaikan kesuburan tanah
Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan alat mesin pertanian.

Persiapan Benih dan Penanaman

Benih tanaman pangan pada umumnya ditanam langsung tanpa proses penyemaian, kecuali pada budidaya padi. Pilihlah benih dengan kualitas baik dan unggul agar mengahsilkan tanaman dan hasil panen yang melimpah. Benih ditanam dengan cara ditugal (pelubangan pada tanah) sesuai jarak tanam.
Pemupukan

tanaman pangan berkhasiat

Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan pemupukan dilakukan setelah benih ditanam. Pupuk dapat diberikan sekaligus pada saat tanam atau sebagian diberikan saat penanaman sebagian lagi pada beberapa minggu setelah tanam. Maka dari itu, pemupukan harus dilakukan dengan tepat cara, tepat jenis, tepa dosis dan tepat waktu aplikasi.
Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, penyiraman, dan pembumbunan. Penyiraman dilakukan secara rutin untuk menjaga agar tanah tetap lembab. Penyulaman yaitu kegiatan menanam kembali untuk mengganti benih yang tumbuh tidak normal atau mati. Pembumbunan yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menutup pangkal batang dengan tanah.

Pengendalian OPT (Organisme pengganggu tanaman)

Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkat serangan. Kegiatan pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun dengan pestisida. Jika menggunakan pestisida sebaiknya dilakukan secara tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis, tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan komoditi), serta tepat cara dan alat aplikasi.

Usahakan untuk mengutamakan penggunaan petisida hayati yang merupakan pestisida mudah terurai dan tidak meninggalkan residu pada hasil panen, tidak berbahaya bagi manusia dan ramah lilngkungan.
Panen dan Pasca Panen

Panen dilakukan pada waktu yang tepat sehingga mutu hasil produk tanaman pangan dapat optimal saat dikonsumsi

Cara panen harus sesuai dengan tekniknya sehingga diperoleh mutu hasil panen yang tinggi, tidak rusak dan tetap segar dalam waktu lama

Panen bisa dilakukan secara manual maupun dengan alat mesin pertanian

Standar pasca panen

Hasil panen disimpan di suatu tempat yang tidak lembab.
Hasil panen yang memerlukan perontokan dan penggilingan dapat dilakukan secara manual maupun dengan alat

Standar alat

Meliputi alat prapanen (budidaya) dan alat pascapanen (pengelolaan hasil).
Penggunaan alsintan prapanen dan pascapanen harus dilakukan secara tepat
Peralatan dan mesin pertanian perlu dijaga dan dirawat dengan baik.

Demikian informasi mengenai Teknik Budidaya Tanaman Pangan yang perlu diperhatikan saat melakukan budidaya agar memperoleh hasil yang menguntungkan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *