Pikirkan 3 Poin Esensial Sebelum Resign dari Pekerjaan

Rutinitas pekerjaan sering kali membuat suntuk dan ingin membebaskan diri. Apalagi, di tengah kepadatan kota besar yang semakin menambah keruwetan pikiran. Jika sudah mencapai titik jenuh, kamu jadi ingin resign dan kabur sejauh-jauhnya dari kubikel kantor. Eh, tapi, tunggu dulu!

Coba tinjau kembali keputusanmu. Resign juga butuh perencanaan matang, lho. Terutama, terkait perkara finansial yang terlepas dari zona nyaman gaji bulanan. Jangan hanya karena bosan, lantas kamu mengorbankan banyak hal. Coba pikirkan kembali 3 poin esensial ini:

1. Rencana Finansial

Setelah resign, mau ke mana? Apakah kamu sudah punya bisnis yang bisa diandalkan? Apakah kamu siap untuk tidak lagi menantikan tranfergaji setiap bulan? Jika belum ada ide yang bisa kamu kerjakan, sebaiknya bertahanlah dengan pekerjaan saat ini. Kejar passion yang bisa membuatmu bersemangat di waktu luang. Lagipula, bosan bisa disiasati dengan weekend escape bersama keluarga dan teman-teman, kan?

2. Tanggungan Berkala

Apakah kamu masih ada tanggungan, seperti membiayai sekolah adik atau menafkahi anak dan istri? Apakah masih ada tagihan-tagihan dan kredit yang belum kunjung lunas? Duh, kalau begitu kamu harus kuat bertahan di kantor. Bagaimanapun juga, meski rezeki telah dijamin oleh Tuhan, gaji bulanan bisa lebih menenangkan dan tidak membuatmu was-was membayar kontrakan.

3. Bersyukur

Perasaan suntuk bisa mengikis rasa syukur di hati kamu. Oleh karena itu, kamu harus selalu mengingat kembali, segala kebaikan yang telah kamu terima sejauh ini. Meski gaji belum sebesar pendapatan Bill Gates, tapi cukup kan, untuk hidup tanpa merepotkan orang lain? Di luar sana, banyak orang yang luntang-lantung tanpa pekerjaan dan berharap bisa bekerja seperti kamu.

Jika kamu ingin pindah ke pekerjaan lain, kamu juga harus mempertimbangkan untung dan ruginya. Belum tentu, pekerjaan kamu nanti lebih baik dan lebih nyaman dari pekerjaan yang sekarang. Apalagi, kamu harus kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan, SOP, atasan, dan rekan kerja yang baru. Sadarilah, di manapun kamu berada, ada tantangan yang harus dihadapi dan cerita yang berbeda untuk jalani.Kerja ikhlas, cerdas, dan tuntas.

Tingkatkan kembali rasa syukurmu dan berpikirlah positif. Banyak lho, orang-orang yang terikat pada pekerjaan berbahaya dengan taruhan nyawa. Tengok saja, kuli pengangkut bata, pembersih kaca gedung pencakar langit, penambang batu bara dengan tingkat safety yang rendah, pemasang kabel listrik tegangan tinggi, atau pembersih selokan.

Mengamati kiprah mereka, bisa membuatmu lebih bersyukur dan malu untuk terus-terusan mengeluh di balik laptop dinaungi AC yang sejuk. Demi nafkah untuk keluarga, para pekerja kasar tetapkuat untuk bertahan. Meski sering kali dilupakan, jasa mereka besar bagi masyarakat dan kehidupan. Maka, renungkan kembali, jika kamu sering mengeluh karena pekerjaan di kantor,coba dulu pekerjaan-pekerjaan paling berbahaya dan ekstrim ini.Check it out!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *